Thursday, April 26, 2018

Bayi Haryati

Cerita ini bermula pada suatu malam yang becek. Malam yang terlampau lama berselimut hujan. Malam yang gemericik. Di mana tak seorangpun rela hengkang dari dalam rumah untuk sekedar memenuhi jadwal ronda. Dan disaat hujan mulai mereda, malam kian berbalut sunyi, dan perlahan desah nyanyian Lingsir Wengi mulai berkumandang ke seluruh penjuru desa. Mengusik kedamaian lewat celah-celah tembok bambu. Memaksa masuk ke gendang-gendang telinga yang tak tersumpal. Seluruh mata terjaga, seluruh jiwa gelisah. Nyanyian itu tak kunjung reda. Semua berharap fajar segera tiba. Agar desahan tersebut secepatnya sirna.
***

Gejala tanggal tua

Tau kah kau kapan kau ada dalam kondisi sehat dan baik?

Monday, April 9, 2018

Rantai Kebiasaan


RANTAI KEBIASAAN YANG TERPUTUS ITU BUKAN RINDU
ITU SEMACAM HAMBATAN UNTUK ADAPTASI HAL BARU
Aku terbiasa dengan kehadirannya. Kabarnya. Pertanyaannya. Perhatiannya. Bahkan hampir setiap waktu liburku 50% kuhabiskan dengannya. Aku menyayanginya, aku terbiasa dengannya. Hingga aku sadar, aku hanya menginginkannya, bukan membutuhkannya.

Monday, March 12, 2018

Mantan

Aku sering bercanda tentang sebutan itu. Dengan para sahabatku, rekan kerjaku, bahkan keluargaku. Saat itu, aku bahkan tak memilikinya. Entahlah. Sepertinya seru saja membahas sosok tercinta yang ditelan kenangan. Aku hanya membayangkan, bagaimana jika akhirnya aku punya mantan? Bertemankah kami? Bermusuhan kah kami? Ataukah kami akan berakhir dengan tidak saling mengenal?

Friday, January 24, 2014

Tangga Lagu yang Tak Pernah Diubah


Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentangnya
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Kuingin ku lupakannya
Hari demi hari, minggu demi minggu. Hanya judul lagu “Lumpuhkan Ingatanku” garapan band Geisha yang ada di list mp3 player Dinda. Entah itu di ponsel, di aplikasi winamp milik laptopnya, di ipod, dan di pemutar musik apapun yang ia miliki, hanya lagu itu yang diputar, berrrrkali-kali hingga ia berpaling ke kesibukan lainnya.

KADO CINTA DI BULAN SUCI


Bulan berkilau begitu indahnya saat kutatap langit di sepertiga malam ramadhan ini. Hari ini adalah hari di mana pertama kali aku mengenal Galih, sahabat karibku sejak SMU. Begitu mengingat hal ini, pikiranku langsung terbang mundur ke saat-saat kebersamaan kami di smu. Galih adalah teman pertamaku di sana. Dia adalah anak pertama yang kukenal saat pekan ospek. Suka duka selalu kami lalui bersama. Walau akhirnya kami memang tidak ditakdirkan untuk berada di kelas yang sama namun sampai kini pun kami tetap bersahabat. Selain Galih , aku masih memiliki enam sahabat lain dan semuanya perempuan. Hubungan kami tetap berjalan baik hingga lulus smu.

Wednesday, January 8, 2014

Dendam Rukaya


Dendam Rukaya
Oleh: Enya Dibna Dirigwa

Hancur sudah harapan Lukman untuk meminang Rukaya di akhir tahun ini. Wanita pujaan hatinya itu pasti serta merta menolaknya karena kini Lukman tak lagi perjaka. Ia menyesal telah menerima ajakan Junaedi untuk mampir ke warteg barunya. Lukman dibuat mabuk dan ia berakhir di atas ranjang kapas bersama Nuri, tetangga sebelah rumahnya.