Friday, January 24, 2014

Tangga Lagu yang Tak Pernah Diubah


Lumpuhkanlah ingatanku, hapuskan tentang dia
Hapuskan memoriku tentangnya
Hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia
Kuingin ku lupakannya
Hari demi hari, minggu demi minggu. Hanya judul lagu “Lumpuhkan Ingatanku” garapan band Geisha yang ada di list mp3 player Dinda. Entah itu di ponsel, di aplikasi winamp milik laptopnya, di ipod, dan di pemutar musik apapun yang ia miliki, hanya lagu itu yang diputar, berrrrkali-kali hingga ia berpaling ke kesibukan lainnya.

KADO CINTA DI BULAN SUCI


Bulan berkilau begitu indahnya saat kutatap langit di sepertiga malam ramadhan ini. Hari ini adalah hari di mana pertama kali aku mengenal Galih, sahabat karibku sejak SMU. Begitu mengingat hal ini, pikiranku langsung terbang mundur ke saat-saat kebersamaan kami di smu. Galih adalah teman pertamaku di sana. Dia adalah anak pertama yang kukenal saat pekan ospek. Suka duka selalu kami lalui bersama. Walau akhirnya kami memang tidak ditakdirkan untuk berada di kelas yang sama namun sampai kini pun kami tetap bersahabat. Selain Galih , aku masih memiliki enam sahabat lain dan semuanya perempuan. Hubungan kami tetap berjalan baik hingga lulus smu.

Wednesday, January 8, 2014

Dendam Rukaya


Dendam Rukaya
Oleh: Enya Dibna Dirigwa

Hancur sudah harapan Lukman untuk meminang Rukaya di akhir tahun ini. Wanita pujaan hatinya itu pasti serta merta menolaknya karena kini Lukman tak lagi perjaka. Ia menyesal telah menerima ajakan Junaedi untuk mampir ke warteg barunya. Lukman dibuat mabuk dan ia berakhir di atas ranjang kapas bersama Nuri, tetangga sebelah rumahnya.

Thursday, December 26, 2013

Nyanyian Seruling Laut

Nyanyian Seruling Laut

Selasa, 22 Oktober 2013 20:26 WIB
artikel pertamaku yg dimuat Koran Surya
Nyanyian Seruling Laut

Pacitan, kota seribu goa itu ternyata memiliki pantai indah, pantai Klayar atau lebih dikenal pantai Seruling Samudera. Panorama indah yang tidak biasa dijumpai di pantai-pantai lain, ada di pantai Klayar ini. Seperti batu karang mirip Sphynx dan deburan ombaknya terdengar seperti bunyi seruling.
Terletak 45 kilometer dari Pacitan, pantai Klayar mudah dicapai menggunakan kendaraan roda dua atau empat. Rutenya memang tak semulus jalan beraspal di kota, tapi tak perlu khawatir, karena sepanjang perjalanan disuguhi indahnya bukit dan lembah hijau menuju pantai yang asri alami. Keindahan tersebut akan semakin menggila di saat Anda berhasil mencapai pantai. Indah sekali.

Rindu Gusdur

Rindu Gus Dur

Kamis, 5 Desember 2013 20:44 WIB
artikel ini pernah dimuat di harian Koran Surya
Rindu Gus Dur

Oleh: Enya D.
Mahasiswa Universitas Negeri Malang
Memiliki lima makam wali, Jawa Timur juga dipilih dua presiden Indonesia (Bung karno dan Gus Dur) sebagai tempat peristirahatan terakhir. Dari tujuh wisata makam tersebut, ternyata makam Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki kuantitas jumlah pengunjung tertinggi.

Friday, August 30, 2013

Dunia Remaja dalam Cerita



Galau karena punya pacar yang nggak pernah marah? Galau punya pacar yang suka iya-iya aja waktu dikerjain temen sekelas? Galau punya pacar yang sabar sesabar sabarnya? Kayaknya itu sesuatu yang sangat jarang kita jumpai karena punya pacar sabar malah akan menghindarkan kita dari sifat galau. Ya, mungkin punya pacar yang sabar adalah suatu kebanggaan bagi kita. Mau usil nggak apa-apa, mau marah-marah tanpa sebab nggak apa-apa, mau bikin si dia nunggu kita berjam-jam juga nggak apa-apa. Damai banget kan rasanya? Tapi sabarnya pacar yang seperti itu bukanlah sabar yang bisa dibanggakan oleh Divvy, kekasih Reaza. Bukannya malah bangga karena memiliki Reaza yang super sabar, Divvy malah geregetan dengan tabiat pacarnya itu. Mungkin ‘sabar’ yang dimiliki Reaza tidak sama dengan ‘sabar’ yang ada di kamus Divvy. Reaza yang tabah dikerjai oleh teman-temannya juga bukanlah merupakan perilaku sabar menurut kamus Divvy. Baginya, sabarnya Reaza adalah sabar yang keterlaluan. Bahkan Divvy sering mengomeli Reaza karena sifatnya yang super sabar itu.

Thursday, August 1, 2013

Lukisan Lingga Ayu Joyodiningrat



Lukisan Lingga Ayu Joyodiningrat
Oleh: Enya Dibna 

Karin tak bisa tidur. Ia selalu memaksa ibunya untuk menceritakan dongeng-dongeng pengantar tidur sampai ia terlelap. Dari kisah Putri Salju, Ariel si Putri Duyung, hingga kisah Malin Kundang selalu diceritakan berulang kali hingga ia bosan. Ibunya kehabisan ide dan Karin tak kunjung tidur.
“Aku minta cerita yang lain, Bu. Aku sudah hafal sama dongeng yang ibu ceritakan barusan....”, rengek Karin.
“Baiklah, Ibu akan cerita yang agak seram. Tapi Karin janji akan langsung tidur setelah ceritanya tamat. Oke?”, jawab sang ibu sambil mengacungkan jari kelingkingnya, Karin mengangguk sambil menyahut jari kelingking ibu dengan kelingkingnya.
“Okey, kisah ini berawal dari suatu malam. Malam purnama, sekali dalam sebulan. Di mana rembulan bulat sedang memancarkan cahaya kuning pucatnya, disitulah kau akan melihat sosok siluet seorang gadis berambut panjang dengan sebuah kotak pipih bertegger di lekukan lengannya. Kau akan menjumpai siluetnya sedang berdiri anggun di ujung pohon cemara. Diiringi kicauan burung gagak dan deru jangkrik yang mewarnai keheningan malam purnama”