Lukisan Lingga Ayu Joyodiningrat
Oleh: Enya Dibna
Karin tak bisa tidur. Ia selalu memaksa ibunya untuk
menceritakan dongeng-dongeng pengantar tidur sampai ia terlelap. Dari kisah
Putri Salju, Ariel si Putri Duyung, hingga kisah Malin Kundang selalu
diceritakan berulang kali hingga ia bosan. Ibunya kehabisan ide dan Karin tak
kunjung tidur.
“Aku minta cerita yang lain,
Bu. Aku sudah hafal sama dongeng yang ibu ceritakan barusan....”, rengek Karin.
“Baiklah, Ibu akan cerita
yang agak seram. Tapi Karin janji akan langsung tidur setelah ceritanya tamat.
Oke?”, jawab sang ibu sambil mengacungkan jari kelingkingnya, Karin mengangguk
sambil menyahut jari kelingking ibu dengan kelingkingnya.
“Okey, kisah ini berawal
dari suatu malam. Malam purnama, sekali dalam sebulan. Di mana rembulan bulat
sedang memancarkan cahaya kuning pucatnya, disitulah kau akan melihat sosok
siluet seorang gadis berambut panjang dengan sebuah kotak pipih bertegger di
lekukan lengannya. Kau akan menjumpai siluetnya sedang berdiri anggun di ujung
pohon cemara. Diiringi kicauan burung gagak dan deru jangkrik yang mewarnai
keheningan malam purnama”